Kamis, 22 Desember 2022

Modul 1.1 Saji Implementasi Penerapan Filosofi Ki Hajar Dewantara dalam Pembelajaran


1. Perasaan selama melakukan perubahan di kelas

Pendidikan Guru Transformatif ini sangat membuka wawasan saya dalam merefleksikan diri saya sebagai pengajar, bahwa sejatinya pembelajaran menurut pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah pembelajaran yang lebih berpihak pada anak sesuai dengan kodratnya masing-masing, yang mana pembelajaran itu harus menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi siswa. Dimana siswa bisa belajar sambil bermain, sesuai dengan kodratnya.

Selama menjadi seorang pengajar kurang lebih 6 bulan terakhir ini, awalnya saya masih terbawa cara mengajar guru-guru saya terdahulu, dimana pembelajaran di kelas hanya satu arah yaitu berpusat pada guru (Teacher Centered Learning), sekarang lebih membangun pembelajaran yg aktif dan kondusif. Yang sebelumnya menyamaratakan kemampuan anak dalam suatu penugasan seperti contoh dalam peragaan ngawih, semua siswa harus berani tampil bernyanyi di depan kelas, padahal tidak semua siswa harus mampu dan berani bernyanyi di depan kelas, perubahan yang saya lakukan adalah dengan memberikan kebebasan pada anak untuk memilih cara mereka mengekspresikan lirik Rumpaka Kawih tersebut. Selain dengan melantunkannya, bisa juga dengan cara menginterpretasikan makna dari lirik lagu tersebut baik secara lisan maupun tulisan sesuai dengan bakat dan minat mereka. Lalu, memberikan pekerjaan rumah yang mana seharusnya guru tidak boleh membebani siswa dengan pekerjaan rumah. Selain itu untuk menciptakan pembelajaran yang menarik, saya adakan ice breaking atau permainan di sela-sela pembelajaran untuk meningkatkan semangat dan konsentrasi siswa.

 Setelah melakukan perubahan-perubahan tersebut, pembelajaran di kelas lebih menyenangkan, lebih kondusif dan terarah, siswa menjadi lebih terbuka dalam mengemukakan pendapat dan permasalahannya, yang lebih penting saya sebagai pengajar bisa lebih memahami kemauan dan kemampuan siswa dalam pembelajaran di kelas. 

2. Ide atau gagasan yang timbul selama proses pembelajaran

a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

    Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang menyenangkan dan lebih berpihak pada anak

b. Pembelajaran Berdiferensiasi

    Memetakan/mendiagnosis pemahaman/kemampuan siswa menjadi 3 kategori yaitu:

  • siswa yang telah menguasai/memahami
  • siswa yang setengah menguasai
  • siswa yang belum menguasai
c. Pemanfaatan teknologi sesuai dengan kodrat jaman
    Menggunakan papan interaktif yang tersedia di Sekolah untuk menunjang pembelajaran yang lebih modern.

3. Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan praktik baik

    Saya memiliki pengalaman dalam pembelajaran Rumpaka kawih, yang di mana tujuan pembelajarannya yaitu siswa mampu melantunkan Rumpaka Kawih Sunda. Saya mengabsen siswa pertama untuk peragaan ngawih di depan kelas menggunakan mic, lalu penampil selanjutnya dipilih oleh penampil sebelumnya dan begitu seterusnya. 

    Ternyata banyak siswa yang malu-malu karena tidak percaya diri dengan suaranya. Ada yang tidak fokus menyanyi karena lupa lirik, ada juga yang sama sekali tidak mau menyanyi karena takut ditertawakan oleh teman-temannya. Awalnya saya memberikan kesempatan untuk berlatih lagi bagi yang belum maksimal dalam praktiknya, akan tetapi hasilnya tetap sama, karena tidak semua siswa mampu dan berani tampil di depan teman-temannya. 

    Akhirnya saya mengubah tujuan pembelajaran tersebut dengan cara memberikan kebebasan pada siswa untuk memilih cara mengekspresikan lirik lagu tersebut selain dengan melantunkannya, siswa boleh mengekspresikannya dengan cara menginterpretasikan makna dari Rumpaka Kawih yang mereka pilih baik secara lisan maupun tulisan dan menghubungkanya dengan kehidupan sehari-hari.

    Alhasil semua siswa dapat mengekspresikan Rumpaka Kawih tersebut sesuai dengan bakat dan minat mereka tanpa tekanan dan dituntut harus mampu melantunkannya. Di sini saya sebagai pengajar harus lebih bijak dalam mengarahkan bakat dan minat siswa dalam suatu pembelajaran.










Modul 1.1 Saji Implementasi Penerapan Filosofi Ki Hajar Dewantara dalam Pembelajaran

1. Perasaan selama melakukan perubahan di kelas Pendidikan Guru Transformatif ini sangat membuka wawasan saya dalam merefleksikan diri saya ...